Kau Harus Tahu, Rinduku Tak Berjeda


Gadis Rindu
Gadis Rindu

Mungkin… kita adalah dua orang yang memandang rindu dengan cara yang berbeda. Aku yang terkadang tidak kuat menampung rasa itu yang seakan tumpah ruah, harus rela mengesampingkan ego dan malu agar merasa lega sesaat, demi sedikit mengosongkan ruang hati yang seakan telah sesak oleh rindu. Dan kata-kata “rindu” mengalir begitu saja tanpa sempat ku tahan.

Terkadang aku merasa rindu ini terlalu kejam, ia datang tanpa permisi. Kehadirannya selalu bersamaan dengan bayangmu, lalu… jika aku menepis rindu, itu artinya sama saja menepis bayanganmu. Seringkali ia jua menuntut hatiku untuk berharap, kau juga merasakan hal yang sama.

Kau tahu, aku sering membenci diriku sendiri setiap kali menyadari bahwa aku merindukanmu. Aku benci harus menerka-nerka bagaimana hatimu. Aku sungguh takut menghadapi kenyataan, jika ternyata hanya aku saja yang merasakan rindu itu seorang diri, sedangkan kamu…tidak!

Jika sesekali kau dapati aku mengatakan rindu itu kepadamu, maka…jangan anggap itu sebagai sesuatu yang murahan atau kebohongan.

Dan… kamu, yang tak pernah aku tahu bagaimana hatimu. Jika rindu itu memang ada, mungkin akan kau simpan rapat hingga aku tak mampu melihat. Kau sembunyikan ditempat yang terdalam, oleh karena itu kau lebih memilih diam. Atau mungkin saja, rindu itu sebenarnya tidak pernah ada dihatimu. Jika memang begitu, benarlah apa yang menjadi prasangkaku, hanya aku seorang diri yang merindu. Kemungkinan terakhir, rindu itu ada dihatimu namun tidak untukku, melainkan rindu yang tertuju untuk sosok lain.

Maafkan aku… yang hanya seorang perindu yang selalu berharap bertemu…denganmu!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel