Tentang Malam


Tentang Malam

Ada banyak hal yang saya sukai ketika malam datang. Jika sebagian besar orang menghabiskan malam dengan tidur atau beristirahat, saya justru sebaliknya. Malam bagi saya adalah waktu dimana saya bisa dengan leluasa melakukan sesuatu tanpa takut terganggu segala macam keributan suara atau hiruk pikuk dunia. Malam selalu menyediakan tempat bagi saya untuk meninggalkan jejak kecil didunia berupa tulisan. Saat dimana orang lain sedang terbuai di alam mimpi, saya sedang sibuk mewujudkan mimpi sedikit demi sedikit.

Keheningan dan hawa dingin yang berhembus adalah hal terbaik dari malam. Begitu banyak peristiwa yang saya lewati bersamanya dan entah berapa ribu malam yang menjadi saksi atas tawa serta airmata. Saat siang hari, saya bisa saja tertawa terbahak namun siapa yang tahu bahwa diam-diam saya sering menyembunyikan rintihan luka dan airmata dalam pekatnya malam. Saya seperti menemukan sisi lain dari gelap, tidak melulu tentang rasa takut tapi gelap mampu menutupi raut kesedihan meski hanya untuk sesaat.

Gelap, hening, hawa dingin merupakan kombinasi indah yang Tuhan anugerahkan, dimana saat itulah kita bisa merasa lebih dekat dengan-Nya. Kegelapan menjadikan kita yang ada seakan tiada ketika berbaur dalam pekat, keheningan membuat kita berfikir bahwa adakalanya kita harus merenung, mendengarkan suara hati terdalam dan jika kita perlu berbicara maka Tuhan adalah satu-satunya teman paling setia yang mampu mendengarkan dikala sepi. Bukankah hal yang paling indah adalah ketika kita bisa berbicara dengan-Nya saat hening malam? Dimana satu-satunya suara yang dapat kita dengar adalah suara batin. Melengkapi semua itu, hawa dingin yang berhembus lembut akan menyapu setiap inci kulit, mengeringkan sungai kecil dipelupuk mata yang terlajur jatuh ke pipi. Meski Tuhan menciptakan malam untuk kita bisa menangis, meratap dan merintih sesuka hati namun ketika besok matahari mulai tampak, bagaimanapun kita harus terlihat kuat (kembali).

Malam dengan hamparan bintang selalu mampu mengajakku berhayal tentang mimpi-mimpi yang ingin saya gapai. Sembari memejamkan mata, saya mencetak jelas segala impian itu dalam hayalan, dalam benak saya. Hampir setiap malam saya melakukannya, rasanya seperti orang gila tapi begitulah, nyatanya saya menikmati membangun segala imajinasi tentang mimpi. Mungkin itu adalah salah satu cara saya menjaga mimpi, agar impian tidak terus menerus hanya sebagai mimpi tapi harus menjadi keajaiban suatu hari nanti ketika semuanya telah menjadi kenyataan. Saya adalah orang gila di alam imajinasi saya sendiri, orang lain mungkin akan menertawakan jika mengetahui apa yang saya lakukan, jangankan mereka… saya sendiri sering tersenyum tiap kali berhayal dimalam hari tentang apa yang ingin saya capai. Tertawalah bersama mimpimu jika dengan hal tersebut bisa membuatmu bahagia, jika dengan cara itu bisa menjaga mimpimu agar tetap hidup hingga kamu mampu meraihnya. Ternyata, selain tiga kombinasi malam yang telah saya sebutkan, hal lain yang membuat saya jatuh cinta dengan malam adalah karena malam begitu dekat dengan mimpi. Mimpi yang tidak hanya hadir dalam tidur, tapi karena mimpi yang dibangun oleh kesadaran penuh untuk membuat hidup menjadi lebih berarti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel