Kamu bertanya padaku, apakah aku bahagia?

Aku diam sesaat, bukan karna merasa tidak bahagia, tapi bagiku, untuk mendefinisikan bahagia perlu waktu yang tidak sebentar. Jika dulu sewaktu anak-anak, aku cukup merasa bahagia dengan sebungkus permen atau bermain di bawah guyuran hujan, lalu… menjelang remaja, rupa bahagia berubah, tidak lagi dalam bentuk manisnya permen, tetapi saat aku berkumpul dengan teman-teman, jalan-jalan, menonton film atau saat bertemu dengan laki-laki yang menurutku ganteng. Kemudian, saat aku semakin dewasa, rupa bahagia bisa dalam bentuk mendapatkan uang dari pekerjaan yang menyenangkan, menjalani sesuatu sesuai passion, bisa berbagi rejeki dengan orang-orang terdekat, sesekali aku pergi liburan dan bertemu dengan sahabat, makan bersama atau saling melempar canda hingga keluar gelak tawa. Ya… dulu, rupa bahagia seperti itu. Lalu… setelah menikah dan bertemu denganmu, bahagia bagiku tidak lagi dalam rupa permen, berkumpul dengan teman-teman atau jalan-jalan. Bahagiaku kini bisa berupa senyummu saat pulang ke rumah setelah seharian mencari nafkah atau ketika aku melihatmu asik bercanda dengan anak kita. Kini… kebahagian tidak lagi dalam bentuk mewah, tapi bisa berupa hal sepele dan remeh yang mungkin sering tidak kamu sadari.

Cake 2nd AnniversaryJika setelah semua penjelasan mengenai definisi bahagia sudah aku jabarkan dan kamu masih bertanya, apakah aku bahagia?

Maka aku jawab, ya…aku bahagia. Bagaimana tidak? Kamu adalah hal terindah yang Tuhan berikan dalam hidupku. Mungkin, kamu bukanlah laki-laki dengan setangkai bunga di tangan, hanya seorang laki-laki dengan sekantong gorengan saat aku berkata “sayang… jangan lupa belikan cemilan!”. Kamu juga bukan laki-laki dengan sebungkus kado berisi barang mewah, hanya seorang laki-laki penyabar yang selalu setia memelukku dengan hangat setiap kali aku marah, bukan pula laki-laki dengan secarik kertas berisi kata romantis, hanya seorang laki-laki yang siap sedia menyeka airmataku setiap kali aku menangis. Kamu… adalah lelaki yang tetap memilih berdiri disisiku setelah mengetahui kekuranganku, padahal kamu bisa saja memilih berlalu dan pergi, seperti mereka yang datang sebelum kamu. Tapi kamu tidak… dengan tulus ikhlas kamu tetap setia membersamaiku hingga hari ini.

Mulanya… kita hanyalah dua orang yang tidak saling kenal, dipersatukan atas kehendak-Nya. Setelah menikah dan menjalani hari-hari denganmu, aku semakin sadar bahwa kamu adalah jawaban dari segala doa yang dulu kupanjatkan di malam-malam panjang nan hening. Kamu memang bukan laki-laki tampan atau rupawan, tapi aku tahu, Tuhan memberikan seseorang yang memang aku butuhkan. Bagaimana caranya aku harus berterimakasih? Aku tidak pandai membuat cake atau masakan yang enak karena nyatanya kamu lebih pandai memasak daripada istrimu ini. Inilah caraku merayakan cinta untuk hari jadi kita yang ke-2.

Tetaplah membersamaiku dalam suka dan duka, dalam keadaan lapang maupun sempit. Semoga kita menjadi pasangan, tidak hanya di dunia tapi hingga ke syurga.

Happy Anniversary 2nd

12.29 Am
Batu Ampar, 6 Des 2018

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel