Spesialis Anak: Tips Mengajari Anak Makan Sendiri Agar Mandiri

Anak merupakan anugerah untuk pasangan yang baru menikah. Setiap perkembangan anak mulai dari bayi hingga remaja perlu diperhatikan karena setiap perkembangannya akan berdampak terhadap fisik, sosial dan otak anak. Spesialis anak merupakan dokter yang berfokus pada kesehatan mental, emosional, fisik, sosial dan tumbuh kembang anak mulai dari lahir, menjadi balita hingga remaja berusia 18 tahun. Dokter spesialis akan memberikan penanganan terhadap setiap penyakit yang diderita anak dan memberikan tindakan pencegahan supaya anak tetap memiliki anak yang sehat.

Jika anak mengalami kondisi demam berhari-hari, kejang, dehidrasi, nyeri saat buang air, muncul ruam pada kulit, bayi lahir prematur, anak terlambat berkembang dan gangguan pernapasan maka anak perlu dikonsultasikan ke dokter.

Tips Mengajari Anak Makan Sendiri

Dokter spesialis akan memberikan evaluasi terhadap pertumbuhan dan juga perkembangan anak jika terdeteksi mengalami gangguan, memberikan edukasi untuk ibu mengenai penanganan untuk gaya hidup dan cara menyusui untuk anak. Dokter juga akan bertanggungjawab terhadap imunisasi anak, tetap melakukan monitor terhadap bayi yang lahir prematur, melakukan diagnosis terhadap suatu penyakit yang membuat anak menjadi tidak sehat, dan menangani beragam kondisi tidak baik yang menyerang kesehatan anak. Tindakan yang diambil dokter adalah memeriksa fisik anak mulai perkembangan fisik, memberikan suntikan untuk vaksin, memberikan perawatan jalan atau rawat inap dan memberikan pertolongan untuk penanganan anak.

Anak ketika mulai menginjak umur 2 tahun akan belajar untuk makan sendiri, spesialis anak menyarankan beberapa cara dalam mengajari anak untuk mampu makan mandiri:

• Memahami makanan kesukaan anak dan porsi makan anak saat sarapan, siang hari dan malam hari. Sebaiknya tidak membiarkan anak terbiasa meminum minuman manis, malas untuk makan dan hobi ngemil karena dapat membuat anak tidak mau makan sendiri.
• Biarkan anak bereksplorasi dengan makanannya, apabila anak perlu ditegur maka tegurlah dengan lembut dan ajarilah anak mulai dari mencuci tangan, menyendok makanan dan memasukkannya dalam mulut.
• Pilih cemilan untuk anak dengan nilai kandungan vitamin yang baik seperti yoghurt, sayuran rebus, buah, roti kismis sehingga anak dapat makan sendiri dan membuat anak semakin nafsu untuk makan.

Untuk membantu anak makan sendiri sebaiknya memberikan makanan finger food yaitu makanan dengan ukuran potongan kecil. Hal ini akan membantu anak mengambil makanan dan menggigitnya serta membantu anak memahami rasa, aroma dan warna dari makanan. Menggunakan alat makan perlu seperti sendok, garpu maupun piring sehingga anak dapat belajar menggenggam dan anak makan dari wadah yang disediakan. Peran orangtua sangat penting seperti menggunakan sendok saat makan sehingga anak mencontohnya.

Berikut adalah perkembangan anak 2 tahun yang perlu diketahui:

• Perkembangan otak menunjukkan anak sudah mulai menanyakan pertanyaan, dapat menyebut nama sendiri, mulai penasaran dan mengamati benda sekitarnya.
• Perkembangan sosial menunjukkan anak mulai menjalin relasi, malu dengan orang asing, reaksi berlebihan ketika kehilangan sesuatu.
• Perkembangan fisik menunjukkan anak belum berjalan dengan tegak, dapat menggunakan sepeda roda tiga, sudah mulai menggunakan baju sendiri.

Spesialis anak menyarankan sayuran berwarna untuk perkembangan otak anak karena banyaknya vitamin, antioksidan dan karbohidrat. Ikan salmon baik untuk anak dengan adanya vitamin A, D, E, K yang membuat nalar anak semakin baik dan lemak yang mudah dibakar. Alpukat merupakan buah untuk anak sebagai sumber energi dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak. Makanan lainnya adalah gandum, susu, telur, pisang, daging dan kacang-kacangan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel