Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan Pada Jenazah? Berikut Penjelasannya!

Kasus penolakan pemakaman jenazah karena virus corona merupakan kejadian yang sudah sering terjadi di Indonesia. Akan tetapi apakah benar bila jenazah orang yang sudah positif covid-19 akan menularkan kepada orang lain atau bahkan sebaliknya? World Health Organization (WHO) telah memberikan keterangan bahwa untuk mengubur mayat yang terinfeksi covid-19 organ tubuhnya yakni paru-paru dan organ tubuh lainnya diprediksi masih ada beberapa virus yang hidup. Dan virus tersebut diyakini bahkan bisa hidup di permukaan sampai dengan sembilan hari.

Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan Pada Jenazah

Menurut beberapa penelitian menjelaskan bahwa virus corona masih bisa melekat pada beberapa material seperti gagang pintu dan meja kayu. Oleh karena itu sangat mungkin bila tubuh jenazah yang sudah terinfeksi corona masih ada virus yang hidup di dalamnya. Karena virus yang mampu hidup di berbagai macam material maka sangat disarankan bagi kita manusia untuk menjaga kebersihan diri sendiri serta apa yang ada di sekitar kita. Selalu sediakan disinfectant yang dipercaya mampu untuk membunuh virus tersebut. Pemerintah juga sudah memberikan keterangan lewat beberapa konferensi pers yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan social distancing yang dipercaya untuk memutus persebaran mata rantai penyebaran corona.

Sampai dengan saat ini masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang percaya bahwa jenazah orang yang sudah meninggal memang masih ada virus di tubuhnya. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan ada banyak sekali kasus penolakan jenazah orang yang terinfeksi corona. Padahal selain beberapa penjelasan seperti di atas bahwa ada juga ahli kesehatan yang memberikan keterangan bahwa jenazah korban covid-19 yang sudah dikubur sudah tidak lagi bisa menularkan virus tersebut. Akan tetapi meskipun begitu perlu diketahui juga bahwa dalam merawat jenazah yang sudah positif covid-19 tidak bisa dilakukan begitu saja. Orang yang merawat jenazahnya harus menghindari kontak dengan cairan yang berasal dari tubuh jenazah. Seperti yang cairan yang keluar dari mulut, hidung, anus dan kemaluan jenazah.

Dan untuk prosedur pembungkusan jenazah juga harus menggunakan plastik baru di kasih kain kafan dan kemudian diberikan plastik lagi. Setelah itu dimasukkan dalam kantong jenazah dan dimasukkan dalam peti. Hal penting seperti ini harus diketahui oleh masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Tidak hanya itu saja petugas yang menangani jenazah tersebut juga disarankan harus segera menggunakan desinfektan dan APD lengkap dan standar yang telah ditetapkan oleh WHO. Apabila semua prosedur di atas dilakukan dengan baik dan benar maka dapat dipastikan bahwa virus tersebut tidak akan pernah bisa menular ke orang lain.

Bila semua prosedur di atas sudah dilakukan dengan benar maka masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan bahkan sampai ada yang menolak jenazah korban covid -19 tidak boleh dimakamkan di daerahnya. Oleh karena itu juga sudah banyak sekali dokter yang memberikan keterangan untuk memberikan hormat kepada jenazah tanpa harus menolaknya. Karena yang paling penting adalah kita harus menggunakan APD yang baik dan benar. Dan bila perlu berikan pembelajaran tersebut kepada masyarakat luas sehingga kasus penolakan jenazah covid-19 tidak lagi terjadi di Indonesia.

Dengan adanya beberapa keterangan seperti di atas, selayaknya sebagai manusia jenazah yang sudah meninggal juga harus tetap mendapatkan penghormatan dengan baik dan benar. Tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya karena mereka juga merupakan saudara kita. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai perkembangan kasus virus corona di Indonesia bisa kunjungi di aplikasi Halodoc.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel