5 Cara Mudah Mengatasi Luka dengan Antiseptik Pencegah Infeksi

Ketika Anda atau anak Anda mengalami luka, jangan pernah menganggap remeh luka sekecil apapun. Pasalnya, luka yang tidak dirawat dengan baik bisa menjadi penyebab adanya infeksi atau masalah kesehatan lainnya. Bahkan, tidak sedikit luka yang memburuk dan menyebabkan tetanus hingga harus diamputasi. Tentunya Anda tidak mau, bukan? Untuk itu, yuk simak cara merawat luka dengan antiseptik pencegah infeksi di ulasan berikut ini.

Penggunaan Antiseptik untuk Mencegah Infeksi


Spray Antiseptik Hansaplast

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Anda tidak disarankan menganggap remeh luka. Sekecil apapun, Anda harus sigap membersihkan dan merawatnya. Namun harap dipahami, Anda tidak bisa merawat luka sembarangan. Dibutuhkan penanganan yang tepat agar luka sembuh dan tidak meninggalkan bekas atau bahkan ulkus kulit atau luka membusuk.

Pada umumnya, jenis luka pada manusia memiliki dua karakteristik tergantung individunya. Ada yang terluka dan lukanya tetap kecil serta dangkal, namun ada juga yang terluka dan lukanya melebar, contohnya ulkus kulit. Nah, ketika Anda mengalami luka, ada cara tepat yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya melebar dan menyembuhkannya dengan cepat.
Untuk luka ringan, Anda bisa mengikuti tahapan-tahapan berikut, yaitu :

1. Bersihkan Luka
Pertama-tama, Anda harus membersihkan luka agar steril dari bakteri dan kuman. Anda bisa menggunakan antiseptik pencegah infeksi untuk membersihkan luka yang ringan. Namun sebelum membersihkan luka, Anda harus membersihkan tangan Anda lebih dulu.

Biarkan tangan yang akan merawat luka steril dari banyak kuman penyebab penyakit. Tentunya, hal ini dipakai untuk mencegah infeksi. Cuci tangan dengan sabun atau alkohol. Selanjutnya, bersihkan luka dengan menggunakan cairan steril seperti Larutan Saline atau Aqua Bidest. Buang seluruh kotoran yang menempel di luka dengan pinset steril.

2. Dilarang Menggunakan Alkohol untuk Luka
Untuk merawat luka, Anda tidak disarankan untuk memakai Iodine, Hidrogen Peroksida, atau bahkan Alkohol. Pasalnya, kandungan yang ada di dalam cairan-cairan ini dapat membuat luka perih dan teriritasi. Akibatnya, proses penyembuhan akan semakin lama.

Sebagai gantinya, gunakan antiseptik terpercaya seperti Polyhexamethylene biguanide yang mana cocok untuk membersihkan luka, tidak mengiritasi luka, aman untuk jaringan kulit, serta tidak akan menghambat penyembuhan luka itu sendiri. Selain itu, antiseptik ini tidak berwarna dan tidak berbau.

3. Hentikan Pendarahan
Selanjutnya, Anda bisa mulai menghentikan pendarahan dengan cara menyiapkan kain kasa. Kain ini bisa Anda pakai untuk menekan luka pada pendarahan yang terjadi. Tekan selama beberapa saat dan lihat apakah darah sudah berhenti atau belum. Biasanya, darah sudah berhenti ketika Anda menempel kain kasa dalam jangka waktu tersebut.

4. Pakai Perban
Langkah berikutnya, Anda bisa menggunakan perban untuk membalut luka. Tahap ini adalah tahap penyembuhan dimana perban akan membalut sempurna bagian yang terluka agar tidak terkontaminasi dengan zat yang ada di luar. Buatlah perban dengan ukuran yang pas dan tidak terlalu ketat agar luka tidak infeksi karena kelembaban serta sirkulasi udara terjaga.

5. Ganti Perban Secara Berkala
Sesudah beberapa hari, Anda bisa mengganti perban agar luka lebih cepat sembuh. Ganti perban secara rutin agar kebersihan luka pun juga turut terjaga. Jangan pernah ragu untuk mengganti perban, apalagi dalam keadaan kotor dan basah.

Demikian ulasan mengenai cara mudah mengatasi luka ringan dengan antiseptik pencegah infeksi. Seperti yang sudah dijelaskan, diperlukan penanganan yang sigap, tepat, dan cepat agar luka tidak menjadi infeksi. Semoga ulasannya bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel